{"id":44,"date":"2025-01-23T18:14:04","date_gmt":"2025-01-23T11:14:04","guid":{"rendered":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/?p=44"},"modified":"2025-12-05T12:58:27","modified_gmt":"2025-12-05T05:58:27","slug":"overall-equipment-effectiveness","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/overall-equipment-effectiveness\/","title":{"rendered":"Overall Equipment Effectiveness"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-extra-small-font-size\"><a href=\"https:\/\/donymahardhika.com\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/donymahardhika.com\">DONY MAHARDHIKA<\/a> <em>Overall Equipment Effectiveness (OEE)<\/em> adalah salah satu alat ukur kunci yang efektif untuk mengukur seberapa baik suatu perusahaan mengelola peralatannya. Sebenarnya, <em>OEE<\/em> sudah ada sejak lama, namun baru menjadi populer setelah diperkenalkan oleh Seiichi Nakajima dalam bukunya <em>Introduction to TPM<\/em> pada tahun 1988. <em>OEE<\/em> adalah sebuah metode yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas mesin. <em>OEE<\/em> membantu melihat seberapa besar penurunan produktivitas yang diakibatkan efektivitas mesin yang dikenal dengan <em>six big losses<\/em> peralatan. Maka dari itu dilakukan pengamatan untuk mengukur tingkat efektivitas mesin dengan menggunakan metode <em>OEE<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">Menurut Stamatis (2010), <em>OEE<\/em> membagi kinerja manufaktur menjadi tiga aspek utama, yaitu <em>availability<\/em>, <em>performance<\/em>, dan <em>quality<\/em>. <em>OEE<\/em> dapat diterapkan baik pada tingkat individu (seperti mesin tertentu) maupun pada keseluruhan lini produksi. Meskipun mencapai nilai OEE 100% dianggap sangat sulit, banyak industri menetapkan standar tolok ukur sebesar 85%. Untuk mencapai target ini, setidaknya nilai <em>availability<\/em> sebesar 90%, nilai <em>performance<\/em> sebesar 95%, dan nilai <em>quality<\/em> sebesar 99,5%<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">Dalam bukunya, Sukmoro (2023) menjelaskan bahwa:<\/p>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:1\" class=\"wp-block-list has-extra-small-font-size\">\n<li><em>Availability<\/em> mengukur sejauh mana peralatan atau mesin tersedia untuk digunakan dibandingkan dengan waktu operasional yang direncanakan.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Performance<\/em> mengevaluasi kecepatan operasional mesin dibandingkan dengan potensi kecepatan maksimalnya.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Quality<\/em> menilai persentase produk yang memenuhi standar kualitas dibandingkan dengan keseluruhan produk yang dihasilkan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Pentingkah <em>OEE<\/em> dalam efisiensi?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\"><em>Overall Equipment Effectiveness (OEE)<\/em> adalah metrik penting dalam menilai efisiensi operasional di sektor manufaktur karena memberikan pandangan menyeluruh tentang performa mesin melalui tiga aspek utama: ketersediaan, performa, dan kualitas. Dengan memantau <em>OEE<\/em>, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, seperti isu pemeliharaan atau penjadwalan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya operasional. Selain itu, peningkatan <em>OEE<\/em> mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memastikan produk berkualitas tinggi dan pengiriman tepat waktu. Oleh karena itu, <em>OEE <\/em>tidak hanya membantu dalam meningkatkan efisiensi tetapi juga dalam memperkuat daya saing perusahaan di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan<em> OEE<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">Perhitungan <em>OEE<\/em> memberikan wawasan penting tentang efektivitas operasional mesin dengan menganalisis faktor-faktor seperti ketersediaan, performa, dan kualitas. Sebelum kita masuk ke penjelasan rumusnya, penting untuk memahami bagaimana ketiga elemen ini berkontribusi terhadap efisiensi keseluruhan dalam proses produksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">Formulasi OEE adalah:<br><em><strong>OEE = Availability x Performance x Quality<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">dimana:<br><em><strong>Availability &nbsp;&nbsp;= actual operating time \/ planned operating time<\/strong><\/em><br><em><strong>Performance = (ideal cycle x total product output) \/ actual operating time<\/strong><\/em><br><em><strong>Quality &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = good product \/ total product output<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Kasus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">Perusahaan manufaktur memiliki mesin dengan data sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:1\" class=\"wp-block-list has-extra-small-font-size\">\n<li>Waktu operasional aktual <em>(acctual operating time)<\/em> adalah 400 menit<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu operasional yang direncanakan <em>(planned operating time)<\/em> adalah 480 menit<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu siklus ideal per unit produk <em>(ideal cycle)<\/em> adalah 0,35 menit\/unit<\/li>\n\n\n\n<li>Total produk yang dihasilkan <em>(total product output)<\/em> adalah 1000 <em>pcs<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Produk yang baik <em>(good product)<\/em> adalah 960 <em>pcs<\/em> dan cacat 40 <em>pcs<\/em><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\"><strong>Menghitung Ketersediaan <em>(availability)<\/em><\/strong><br><em>Availability &nbsp;&nbsp;&nbsp;= actual operating time \/ planned operating time<\/em><br>                      <em>= 400 \/ 480 = 0,83 = 83%<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\"><strong>Menghitung Kinerja <em>(performance)<\/em><\/strong><br><em>Performance = (ideal cycle x total product output) \/ actual operating time<\/em><br>                     <em>= ( 0,35 x 1000 ) \/ 400 = 0,875 = 87,5%<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\"><strong>Menghitung Kualitas <em>(quality)<\/em><\/strong><br><em>Quality &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= good product \/ total product output<\/em><br>                     <em> = 960 \/ 1000 = 0,96 = 96%<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\"><strong>Menghitung <em>OEE<\/em><\/strong><br><em>OEE = Availability x Performance x Quality<\/em><br>        <em>= 0,83 &nbsp;x &nbsp;0,875 &nbsp;x &nbsp;0,96 = 0,6972 = 69,72%<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">Menurut leanproduction.com sebagai patokan untuk skor <em>OEE<\/em> adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"259\" height=\"180\" src=\"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-55\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><strong>Penjelasan Hasil Perhitungan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Berdasarkan hasil perhitungan <em>OEE<\/em> pada perusahaan manufaktur diatas menunjukkan bahwa mesin memiliki ketersediaan sebesar 83%, kinerja 87,5%, dan kualitas 96%. Ketersediaan yang mencapai 83% menunjukkan bahwa mesin beroperasi dengan baik, meskipun ada waktu yang hilang dari waktu operasional yang direncanakan. Kinerja yang tinggi (87,5%) menunjukkan bahwa mesin mampu memproduksi lebih banyak unit dalam waktu yang ditentukan dibandingkan dengan siklus ideal, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">Dengan kualitas mencapai 96%, produk yang dihasilkan sebagian besar memenuhi standar yang ditetapkan, dengan hanya sedikit cacat. Ketika semua komponen ini digabungkan, OEE dihitung sebesar 69,72%. Meskipun angka ini menunjukkan bahwa ada potensi untuk meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan dapat fokus pada pengurangan waktu henti dan peningkatan kinerja untuk mencapai tingkat OEE yang lebih tinggi dengan memperhatikan beberapa faktor dari <em>six big losses <\/em>berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:1\" class=\"wp-block-list has-extra-small-font-size\">\n<li><strong><em>Breakdowns<\/em> (Kerusakan)<\/strong><br>Ketersediaan 83% menunjukkan bahwa ada waktu henti yang disebabkan oleh kerusakan mesin. Ini perlu dianalisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan dan mengurangi waktu henti yang tidak terduga.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Setup and Adjustments<\/em> (Setup dan Penyesuaian)<\/strong><br>Waktu yang hilang untuk setup dan penyesuaian dapat berkontribusi pada ketersediaan yang lebih rendah. Mengoptimalkan proses setup dapat membantu meningkatkan ketersediaan mesin.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Small Stops<\/em> (Hentian Kecil)<\/strong><br>Kinerja 87,5% menunjukkan bahwa ada kemungkinan adanya hentian kecil yang mengurangi kecepatan produksi. Mengidentifikasi dan mengurangi frekuensi hentian kecil ini dapat meningkatkan kinerja.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Reduced Speed<\/em> (Kecepatan Berkurang)<\/strong><br>Kinerja yang tidak mencapai 100% menunjukkan bahwa mesin tidak beroperasi pada kecepatan ideal. Ini bisa disebabkan oleh pengaturan yang tidak optimal atau masalah dalam proses produksi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Startup Rejects<\/em> (Cacat saat Startup)<\/strong><br>Meskipun tidak ada data spesifik tentang cacat saat startup, penting untuk memantau produk yang dihasilkan pada awal produksi. Cacat ini dapat mempengaruhi kualitas dan perlu ditangani.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Production Rejects<\/em> (Cacat Produksi)<\/strong><br>Kualitas 96% menunjukkan bahwa ada 4% produk yang cacat. Ini menunjukkan adanya kehilangan kualitas yang perlu dianalisis lebih lanjut untuk mengurangi jumlah produk cacat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">Dengan mengaitkan hasil perhitungan <em>OEE<\/em> dengan <em>Six Big Losses<\/em>, perusahaan dapat mengidentifikasi area spesifik yang memerlukan perhatian. Fokus pada mengurangi <em>downtime<\/em>, mempercepat <em>setup<\/em>, dan meningkatkan kualitas produk akan membantu meningkatkan <em>OEE<\/em> secara keseluruhan, mendekati kategori <em>&#8220;World Class&#8221;<\/em>. Analisis mendalam terhadap setiap kategori akan memberikan wawasan yang lebih baik untuk perbaikan berkelanjutan dalam proses produksi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-extra-small-font-size\">Stamatis, D. H. 2017. The OEE primer: understanding overall equipment effectiveness, reliability, and maintainability. CRC Press.<br>Nakajima, S. (1988). Introduction to TPM: total productive maintenance. Productivity Press, Inc.<br>Sukmoro, Wawang. 2023. OEE Demistifikasi. Bekasi: Mitra Prima Produktivitas.<br>Lean Production. Link https:\/\/www.leanproduction.com\/oee diakses pada 10 Feb 2025.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DONY MAHARDHIKA Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah salah satu alat ukur kunci yang efektif untuk mengukur seberapa baik suatu perusahaan mengelola peralatannya. Sebenarnya, OEE sudah ada sejak lama, namun baru menjadi populer setelah diperkenalkan oleh Seiichi Nakajima dalam bukunya Introduction to TPM pada tahun 1988. OEE adalah sebuah metode yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas mesin. OEE membantu melihat seberapa besar penurunan produktivitas yang diakibatkan efektivitas mesin yang dikenal dengan six big losses peralatan. Maka dari itu dilakukan pengamatan untuk mengukur tingkat efektivitas mesin dengan menggunakan metode OEE. Menurut Stamatis (2010), OEE membagi kinerja manufaktur menjadi tiga aspek utama, yaitu availability, performance, dan quality. OEE dapat diterapkan baik pada tingkat individu (seperti mesin tertentu) maupun pada keseluruhan lini produksi. Meskipun mencapai nilai OEE 100% dianggap sangat sulit, banyak industri menetapkan standar tolok ukur sebesar 85%. Untuk mencapai target ini, setidaknya nilai availability sebesar 90%, nilai performance sebesar 95%, dan nilai quality sebesar 99,5% Dalam bukunya, Sukmoro (2023) menjelaskan bahwa: Pentingkah OEE dalam efisiensi? Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metrik penting dalam menilai efisiensi operasional di sektor manufaktur karena memberikan pandangan menyeluruh tentang performa mesin melalui tiga aspek utama: ketersediaan, performa, dan kualitas. Dengan memantau OEE, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, seperti isu pemeliharaan atau penjadwalan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya operasional. Selain itu, peningkatan OEE mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memastikan produk berkualitas tinggi dan pengiriman tepat waktu. Oleh karena itu, OEE tidak hanya membantu dalam meningkatkan efisiensi tetapi juga dalam memperkuat daya saing perusahaan di pasar. Perhitungan OEE Perhitungan OEE memberikan wawasan penting tentang efektivitas operasional mesin dengan menganalisis faktor-faktor seperti ketersediaan, performa, dan kualitas. Sebelum kita masuk ke penjelasan rumusnya, penting untuk memahami bagaimana ketiga elemen ini berkontribusi terhadap efisiensi keseluruhan dalam proses produksi. Formulasi OEE adalah:OEE = Availability x Performance x Quality dimana:Availability &nbsp;&nbsp;= actual operating time \/ planned operating timePerformance = (ideal cycle x total product output) \/ actual operating timeQuality &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = good product \/ total product output Contoh Kasus Perusahaan manufaktur memiliki mesin dengan data sebagai berikut: Menghitung Ketersediaan (availability)Availability &nbsp;&nbsp;&nbsp;= actual operating time \/ planned operating time = 400 \/ 480 = 0,83 = 83% Menghitung Kinerja (performance)Performance = (ideal cycle x total product output) \/ actual operating time = ( 0,35 x 1000 ) \/ 400 = 0,875 = 87,5% Menghitung Kualitas (quality)Quality &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;= good product \/ total product output = 960 \/ 1000 = 0,96 = 96% Menghitung OEEOEE = Availability x Performance x Quality = 0,83 &nbsp;x &nbsp;0,875 &nbsp;x &nbsp;0,96 = 0,6972 = 69,72% Menurut leanproduction.com sebagai patokan untuk skor OEE adalah sebagai berikut: Penjelasan Hasil Perhitungan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Berdasarkan hasil perhitungan OEE pada perusahaan manufaktur diatas menunjukkan bahwa mesin memiliki ketersediaan sebesar 83%, kinerja 87,5%, dan kualitas 96%. Ketersediaan yang mencapai 83% menunjukkan bahwa mesin beroperasi dengan baik, meskipun ada waktu yang hilang dari waktu operasional yang direncanakan. Kinerja yang tinggi (87,5%) menunjukkan bahwa mesin mampu memproduksi lebih banyak unit dalam waktu yang ditentukan dibandingkan dengan siklus ideal, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan. Dengan kualitas mencapai 96%, produk yang dihasilkan sebagian besar memenuhi standar yang ditetapkan, dengan hanya sedikit cacat. Ketika semua komponen ini digabungkan, OEE dihitung sebesar 69,72%. Meskipun angka ini menunjukkan bahwa ada potensi untuk meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan dapat fokus pada pengurangan waktu henti dan peningkatan kinerja untuk mencapai tingkat OEE yang lebih tinggi dengan memperhatikan beberapa faktor dari six big losses berikut ini: Kesimpulan Dengan mengaitkan hasil perhitungan OEE dengan Six Big Losses, perusahaan dapat mengidentifikasi area spesifik yang memerlukan perhatian. Fokus pada mengurangi downtime, mempercepat setup, dan meningkatkan kualitas produk akan membantu meningkatkan OEE secara keseluruhan, mendekati kategori &#8220;World Class&#8221;. Analisis mendalam terhadap setiap kategori akan memberikan wawasan yang lebih baik untuk perbaikan berkelanjutan dalam proses produksi. Daftar Pustaka Stamatis, D. H. 2017. The OEE primer: understanding overall equipment effectiveness, reliability, and maintainability. CRC Press.Nakajima, S. (1988). Introduction to TPM: total productive maintenance. Productivity Press, Inc.Sukmoro, Wawang. 2023. OEE Demistifikasi. Bekasi: Mitra Prima Produktivitas.Lean Production. Link https:\/\/www.leanproduction.com\/oee diakses pada 10 Feb 2025.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":176,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[15,14,13,11,12],"class_list":["post-44","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-industri","tag-effektifitas","tag-efisiensi","tag-industri","tag-oee","tag-six-big-losses"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72,"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44\/revisions\/72"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/donymahardhika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}